Bumi Toala Indonesia adalah lembaga yang memadukan pengetahuan ilmiah, budaya lokal, dan aksi lapangan untuk menjaga lanskap kaya dan rentan di Sulawesi.
Nama Toala merujuk pada sejarah panjang hubungan manusia dan alam di kawasan karst Maros–Pangkep—sebuah penanda bahwa lanskap bukan ruang kosong, melainkan ruang hidup yang diwariskan lintas generasi.
Kami bekerja di karst, pegunungan, daerah aliran sungai (DAS), pesisir, hingga pulau-pulau kecil, dengan pendekatan kolaboratif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan.
Membangun fondasi yang kuat untuk keberlanjutan masa depan Sulawesi melalui integrasi pengetahuan lokal dan global.
"Lanskap hidup Sulawesi yang lestari, adil, dan dihargai melalui pengetahuan lokal dan global."
Meneliti dan mendokumentasikan lanskap hidup Sulawesi.
Melindungi dan merawat karst, pegunungan, sungai, dan pesisir.
Mendidik publik melalui pengalaman, dialog, dan pembelajaran.
Membangun ekonomi berbasis alam dan budaya berkelanjutan.
Merespon krisis lingkungan dengan solidaritas dan etika.
Sistem hidup terhubung: karst, gunung, sungai, pesisir, hingga komunitas.
Gabungan riset ilmiah, pengetahuan lokal, pendidikan, advokasi, dan aksi lapangan.
Penguatan kapasitas, ekonomi hijau, dan pengelolaan sumber daya yang adil.
Sejak 2023, Bumi Toala berperan mendukung Geopark dalam menguatkan identitas kawasan, menjembatani pengetahuan lokal-global, dan memastikan manfaat nyata untuk masyarakat.
Yayasan Bumi Toala Indonesia dikelola oleh tim lintas disiplin yang berpengalaman dalam konservasi, antropologi, dan pemberdayaan masyarakat.